Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivasi

futur

Futur, kalau ditinjau dari hakekat bahasa arab ( hakiki ) artinya menjelang terang sedangkan dari makna majasi artinya sarapan pagi, tapi futur yang saya maksud disini jauh maknanya dari yang ada. Futur yang saya maksud adalah satu keadaan dimana semangat seseorang tuk mengkaji nilai-nilai keagamaan atau belajar menjadi kendur, melemah atau hilang sama sekali. Biasanya kalau ini sudah menimpa seseorang pasti yang akan disalahkan adalah diri orang itu sendiri, padahal banyak sekali sebab-sebab kenapa seseorang itu bisa menjadi futur. Semangat untuk belajar memang sebaiknya terus menerus diasah agar berkembang dan membawa manfaat bagi kehidupan. Tapi, dalam proses pembelajaran banyak sekali faktor-faktor yang menunjang, diantaranya yang sering kali disorot adalah faktor internal. Motivasi salah satunya, pabila motivasi seseorang tuk belajar sudah mulai berkurang, maka fasiliotas sebagus dan secanggih apapun tak kan dapat menolong, apakah memang demikian? Menurut saya tidak juga..kenapa? ...

Summer breeze (cinta g pernah salah)

Kalo liat judul, kayanya ada yg aneh nih dgn yg nulis..he5x..ah ga juga..normal aja lagee..eh..prolog dulu deh, minggu 4 mei aku nonton premiere film ini di Planet Hollywood..hmmm klo g salah bareng milad PKS tuh, eh aku bukannya kesana malah nonton..(ihh...masih jahil aja ya..masalahnya undangannya gratis sih, sebab anak skul ku dipakai tuk figuran..n aku hrs laporan lah ttg film itu, krn dr 6 undgn yg diksh..4 diambil ibu2 yg kutau g bakal mau nonton..hanya nafsu aja tuk ambil...duh jgn su'udzhon gitu lah..). Aku g mau cerita soal film ini, coz..pastilah byk yg g sesuai dgn nurani (adegannya lho) tp klo jalan cerita bolehlah..meskipun kadang g nyambung... cinta lagi cinta lagi, kayaknya masalah ini g kan hbs2nya dibicarakan org karena ini mslh yg urgen, tiada kehidupan tanpa cinta,terlebih cinta yg hakiki antara rabb dgn hambanya..duh.itu mah cinta sejati, n kita sbg makhluknya hanya dikasih setetes dr cintanya sdh membuat dampak yg luar biasa..apalagi dapat smua cinta dr sang kh...

Lubang Bekas Paku

postingan ini kutulis karena kecerobohan ku..eh..maksudku baik..tp salah tanggap...ok..met baca ya.. Seorang ayah pernah menasehati anak laki-lakinya yang suka marah2 dan bete dengan orang lain. Lalu, anak laki-lali tersebut diajak ke kandang kudanya yg terlatak di sebelah rumah. Setibanya di tepi kandang kuda, ayahnya mengatakan, "anakku, jika engkau marah maka tanamkan sebatang paku ke pagar ini. Semakin engkau marah, engkau pukul paku itu keras-keras. Begitu seterusnya". Sejak saat itu, jika sang anak marah kepada siapapun, dia selalu memukul sebatang paku pada pagar kandang kudanya, dan dia sangat senang mampu melakukan hal itu. Sebulan kemudian, dgn bangga si anak menunjukkan kpd ortunya bahwa paku-paku yg ditanamkan pada pagar kandang kudanya sdh smakin byk. Lalu, si ayah kemudian mengatakan, "Nah, sekarang kalau kau bisa menahan marah dan tidak jadi marah, bahkan bisa meminta meminta maaf kpd org lain, cabut paku2 tsb 1 /1. Begitu seterusnya!". Menerima tant...

Kaya,siapa takut?

kaya???siapa sih yg g mau,semua org pasti menginginkannya. wah..punya rumah mewah 5 lebih asyik, mobil kynya cukup 4 aja deh(itu klo anaknya 2 hehe),deposito muantap, kartu kredit tinggal gesek n perusahan dimana-mana. pokoke sampe turunan k 7 g habis2 deh. makanya sy g mau anak cucu sy nasibnya seperti sy,yg kebetulan hanya keturunan k 8 sehingga tidak kebagian apa2 hiks..hiks... setiap orang saat dilahirkan sudah diberikan bekal kekayaan oleh Allah, sang pencipta. hanya dalam perjalanan waktu sajalah kadang2 ia menjadi pribadi yg tidak kaya menurut ukuran materi. padahal klo saja kita merenung sedikit betapa banyak kekayaan yg sdh dikasih diantaranya lengkap panca indra, kaya hati serta fitrah yang suci. orang yg kaya hati adalah org yg selalu bersyukur atas nikmat n karunia yg ia peroleh. rasa syukur itu tidak hanya diucapkan melalui lisan, ditanamkan dlm hati tapi jg diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. nah, apabila itu sudah dijadikan sebgai kebiasaan, maka biarpun miski...