Postingan

Menampilkan postingan dengan label duniaqu

TES DIAGNOSTIK

2 minggu terakhir ini sekolah-sekolah di DKI khususnya guru- guru SMA disibukan dengan beraneka macam pekerjaan, dimulai dari persiapan dan pelaksanaan ujian sumatif yang dilanjutkan dengan memasukkan skor suamatif kedalam sistem SAS Online. Sistem ini baru berjalan 1,5 tahun terakhir. sebenarnya sistem ini baik diantaranya membuat guru yang terlibat didalamnya mau tidak mau harus mempelajari dan menguasai TIK ( teknologi informasi dan komunikasi ) artinya harus melek komputer dan internet (memangnya selama ini guru-guru sleap-sleap chicken ya....hehehe..). tapi..yang lebih seru lagi adalah tes diagnostik. tes diagnostik itu program kerja dari dikmenti DKI yang bertujuan untuk melihat sejauh mana penguasaan materi pada guru sebagai feetback, dan itu nantinya akan berkelanjutan mendukung program sertifikasi yang lebih awal dicanangkan oleh pemerintah. tes diagnostik ini juga nantinya juga akan diterapkan pada siswa. ya..melihat sejauh mana kemampuan penguasaan materi pelajaran. saat dil...

Jangan pandang remeh Kami

postingan kali ini ingin bercerita tentang dunia pendidikan yang tidak adil bagi para penyandang cacat dan menyambut hari internasional penyandang cacat (hipenca, 3-12). akhir bln mei '07 saya mengantar beberapa siswa ke univ.pancasila untuk mengikuti psikotes yang diadakan oleh fak.teknik. setelah siswa masuk ke ruangan, aku duduk mengobrol dengan 3 orang ibu-ibu,yang setelah itu kuketahui sebagai guru dan orang tua dari siswa yang ikut tes. perbincangan hangatpun mengalir, orangtua siswa mulai membanggakan anaknya yang katanya memeiliki kemampuan matematika yang bagus terlihat dari hasil nilai-nilai tes yang slalu dikisaran 9-10. setelah bercerita panjang lebar akhirnya si 'ibu' ini mulai membongkar rahasia, ternyata anaknya 'tuna netra'. sang anak dilahirkan sebagai tunanetra dan anak tunggal,namun kecacatan sianak tidak membuat ke2 orangtuanya merasa perlu mengkasihani dan memanjakannya. anaknya diasuh, dibimbing dan diajarkan layaknya anak normal. pendidikan...